Prolog Bursa Alumni
Thursday, 29 October 2009 18:47
Dalam menu BURSA ALUMNI ini akan ditampilkan segala informasi yang bisa membuat para alumni saling berinteraksi, dan saling mengetahui potensi dan prestasi masing-masing, sehingga akhirnya bisa menciptakan sinergi kebersamaan, dan mudah-mudahan juga menciptakan sinergi bisnis. Sementara ini akan ditampilkan beberapa sub menu pilihan sebagai berikut :
- Profil Alumni : Bersi info mengenai portofolio para alumni yang berkiprah sebagai architect maupun bidang-bidang lainnya.
- Bursa Bisnis : Disini pula akan ditampilkan bisnis-bisnis lain yang dimiliki oleh para alumni di luar dunia arsitektur, rekomendasi produk dan sejenisnya. Para sponsor/donatur IA AR ITB juga akan ditampilkan 'produk'-nya di sini.
- Buku Alumni : Berisi Info mengenai publikasi buku, baik mengenai arsitektur maupun di luar arsitektur, yang ditulis oleh alumni.
Dari seub menu yang telah disusun di atas, tidak tertutup kemungkinan akan kita kembangkan lagi sub menu lainnya, sesuai dengan masukan para alumni sekalian. Selanjutnya apabila ada alumni yang memiliki informasi openning job, baik yang bersinggungan dengan dunia arsitektur maupun yang tidak, dan ingin dishare dengan rekan-rekan lainnya, silahkan mengirimkan informasi.
Ayo kita saling berbagi informasi, untuk bisa saling memberi inspirasi....!
Last Updated on Wednesday, 13 January 2010 18:15
|
Berlian yang Berserak : [Alumni AR ITB salah satunya]
Monday, 28 February 2011 13:32
Source : Majalah Tempo Interaktif
 |
| Merlyna Lim [AR89] |
silahkan click untuk memperbesar |
03 Januari 2011
DEPRESI malah berbuah dua gelar doktor. Ketika posisinya sebagai direktur riset di Center for Advanced Research of Biomedical Engineering, Toin University, Jepang, dicopot pada 1998, Ken Kawan Soetanto sempat tersuruk dalam depresi.
"Berpikir keras sedikit saja langsung muntah-muntah," kata Ken Soetanto, 59 tahun, dua pekan lalu. Padahal Kenlah yang merintis dan membesarkan lembaga riset itu. Pulang kampung ke Surabaya, kota kelahirannya, membuat Ken hidup kembali. Ketika dia merasa terbuang, warga kota itu justru menyambutnya bak pahlawan.
Dia laris diundang ke pelbagai seminar sebagai sumber inspirasi. Setiap kali dia menjadi pembicara, kursi peserta tak pernah ada yang melompong. Sambutan warga Surabaya itu melecut kembali semangat hidup Ken. "Saya terpacu untuk membuktikan diri," kata Ken. Pada saat memulihkan diri dari depresi itulah, Ken malah kembali memburu gelar doktor.
Last Updated on Monday, 28 February 2011 13:41
Read more...
Astrid Haryati (AR89): Ambassador for urban spaces
Saturday, 24 July 2010 12:38
Source : The Jakarta Post
For the past 15-years, Astrid Haryati of Bandung origin, an urban design expert currently working for the mayor of San Francisco, has lived far from home.
The 39-year-old is the San Francisco City and County’s director of greening, responsible for shaping policies and coordinating improvement programs for the city’s urban public spaces, which ranges from better design for storm watersheds to better open spaces and streets. Before joining San Francisco mayor Gavin Newsom’s team, she worked for Chicago’s mayor in a similar position.
She is currently in Jakarta, visiting family and “investigating the opportunity to return”.
Although she was still unsure whether now was the right time to return, she said the last fifteen years would prepare her to come home. Having been involved in city planning of two famous American cities, she said the years in which she lived abroad was good experience.
Last Updated on Saturday, 24 July 2010 12:50
Read more...
|
Property Mover and Shaker
Monday, 22 March 2010 07:08
 Saya menemukan artikel tentang Hiramsyah Thaib (AR81), yang dimuat di majalah The Peak edisi Februari 2010. Berikut ini adalah cuplikannya : As president and chief executive officer since April 2007 of Bakrieland Development, arguably the largest integrated property company in the country, Hiramsyah Thaib is making his own rules. He has already transformed the company into a regional property heavyweight with $1.3 billion in assets and $100 million in revenue in 2009. The next five years, however, could prove pivotal for the company as Hiramsyah embarks on a bold strategy that can propel the company into a truly integrated property player with multiple businesses and revenue streams. His strategy and projections are based on one simple calculation: rising wealth in the country and a desire among Indonesians to enjoy the finer things in life. “We believe Indonesia has great potential for the leisure industry,” he says. “People are able and willing to pay more for high-end products. The market is there and demand will grow rapidly. “Jakartans have money to burn. Even other major cities in the country are seeing a new class of wealthy emerge fuelled by the commodities boom,” says Hiramsyah. “This is driving the demand for luxury property in the country both in the resorts as well as for apartments.”
Buat Menteri Keuangan, Gratis...!
Monday, 08 March 2010 07:42
WALAU sibuk menyusun strategi dan kebijakan tentang tender di lembaga pemerintah, Agus Prabowo tetap tak bisa meninggalkan hobinya, melukis.
Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) ini bahkan mengaku selalu mencari waktu di sela-sela liburan akhir pekan untuk melukis. "Kalau hari biasa, saya harus konsentrasi pada pekerjaan," kata bapak dua anak tersebut.
Aktif melukis sejak tahun 2002, lulusan arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan tahun 1977 ini sudah menghasilkan sekitar 16 lukisan. Sebagian lukisan kerap dia ikut sertakan dalam pameran di Arsitektur Pelukis 21, sebuah klub eksekutif lulusan Arsitektur ITB yang hobi lukisan. "Salah satu anggotanya Pak Ciputra," kata Agus. Beberapa lukisan lain tersemat di dinding kantor LKPP serta ruang kerja Agus. "Memandang lukisan sendiri bisa menjadi penyemangat kerja," ujar Agus beralasan.
Last Updated on Monday, 08 March 2010 22:05
Read more...
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 3 |